Posted on Dec 13, 2016 by Administrator

Pelajaran Penting dari Gempa Aceh Menurut Peneliti UGM

Liputan6.com, Yogyakarta - Pakar gempa UGM, Gayatri Indah Marliyani, menilai guncangan gempa Aceh karena di wilayah dekat pusat gempa tersusun batuan yang tidak kompak.

Ia menjelaskan gelombang gempa merambat lebih cepat pada batuan kompak dan melambat ketika melewati batuan yang lepas-lepas.

"Ketika melewati daerah dengan batuan yang lepas-lepas, amplitudo gelombang gempa akan membesar untuk bisa merambatkan energi yang sama. Sehingga getaran yang dirasakan pada daerah ini lebih kuat dan getaran ini juga bisa menimbulkan longsoran," ujar Gayatri, Rabu, 7 Desember 2016.

Seperti yang diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu, 6 Desember 2016 pukul 05.03 WIB. Gempa berpusat di darat pada koordinat 5,19° LU dan 96,38 BT dengan kedalaman 10 kilometer. 

Peneliti UGM itu mengungkapkan, gempa bumi yang terjadi di Pidie merupakan dampak dari aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Pergerakan sesar aktif yang terjadi bersifat mendatar dan dekstral (menganan). 

Sesar aktif yang bergerak di Pidie Jaya ini, tutur dia, merupakan cabang dari sesar Sumatera di bagian utara. Sesar ini berorientasi barat laut-tenggara. Gempa ini terjadi karena pengaruh dari pergerakan sesar yang sudah ada tapi belum terpetakan sebelumnya. 

Menurut Gayatri, pergerakan sesar yang bersifat mendatar dan terjadi di kedalaman yang dangkal, membuat gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, gempa ini bersifat merusak karena kedalamannya yang dangkal dan terjadi di kawasan permukiman padat penduduk. 

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi kejadian gempa susulan.

"Walapun gempa susulan yang terjadi memiliki kekuatan yang lebih kecil dan akan terus menurun, tetapi tetap harus memeriksa kondisi bangunan karena jika bangunan sudah rusak atau retak parah, getaran gempa yang kecil pun mampu merobohkan bangunan," ucap Gayatri.

Ia juga menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana gempa. Salah satunya memetakan jalur sesar atau patahan aktif di seluruh kawasan Indonesia, terutama di kawasan padat penduduk atau perkotaan. Indikasi sesar aktif adalah adanya kegempaan di daerah sesar tersebut.

"Ketika sesar bergerak dan menimbulkan gempa, sesar ini akan cenderung bergerak lagi di masa yang akan datang," kata Gayatri.


Berita Kampus

UGM-University of Nottingham Ningbo Jalin Kerja Sama

Mar 9, 2017 by Administrator

UGM-University of Nottingham Ningbo Jalin Kerja Sama   Universitas Gadjah Mada dan University of Nottingham Ningbo China  (UNNC) sepakat melaksanakan kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota... continue reading

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM Menggelar Diskusi Publik

Mar 9, 2017 by Administrator

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM Menggelar Diskusi Publik   Indonesia diramalkan akan mengalami bonus demografi yaitu penduduk usia produktif akan jauh melebihi penduduk usia non produktif. Hal itu tentu melahirkan peluang dan tantangan. Karena itu, persiapan dalam... continue reading

UGM Peringkat Satu di Indonesia Versi Webometrics

Feb 8, 2017 by Administrator

UGM Peringkat Satu di Indonesia Versi Webometrics   UGM menempati posisi pertama dalam peringkat universitas di Indonesia versi Webometrics, diikuti oleh Universitas Indonesia di peringkat kedua dan Institut Teknologi Bandung di peringkat ketiga. Sementara itu, di tingkat... continue reading


Contact

KAFEGAMA

Jl. Dr. Saharjo No. 83 Tebet
Jakarta Selatan. Indonesia
Telepon: (62) (21) 83700333, 83700339, 83700340 Faksimile: (62) (21) 83700372